Rabu, 16 September 2009

KEUANGAN MERDEKA(part 2)

Written by : liesye herlyna

Kebanyakan orang KRISTEN masih belum mengerti kenapa mereka
harus memberikan perpuluhan dan persembahan lain ke rumah TUHAN. Dan menuding
bahwa hal itu hanya akal-akalan gereja untuk mengeruk uang jemaat dan memperkaya
hamba TUHAN. Banyak pula yang mengeluh mengapa hidupnya selalu susah, tetap
miskin, padahal sudah aktif di gereja dan memberikan perpuluhan.

Saat saya mempelajari
lebih dalam mengenai hal ini, WOW… ternyata ada perkara luar biasa yang
tersembunyi di dalamnya. Banyak orang yang hanya memberi persembahan, baik itu
perpuluhan maupun persembahan lain namun TIDAK dengan pengertian yang
BENAR.

Hidup ke-kristen-an bukan hanya sekedar
mempersiapkan tiket masuk surga, tapi TUHAN hendak memulihkan keadaan kita
seluruhnya pada saat kita masih tinggal di bumi, termasuk dalam perkara
keuangan/mamon. Iblis tahu kelemahan manusia dan menjerat manusia untuk berfikir bahwa segala-galanya
adalah uang, tanpa uang tidak bisa apa-apa. Dengan uang, bisa membeli apapun
yang kita inginkan, dengan uang segala sesuatu dapat dikendalikan, dengan uang
semua dapat ditaklukkan. Namun mereka lupa, uang tidak dapat membeli kesehatan,
yang tidak dapat membeli cinta sejati, uang tidak dapat membeli keselamatan.

Sedemikian kuatnya pengaruh mammon ini sehingga ALLAH
membandingkan dirinya dengan MAMON (MATIUS 6:24)

1 TIMOTIUS 6:9-10, "

6:9 Tetapi mereka
yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam
berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan
manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

6:10
Karena akar
segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah
beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan
berbagai-bagai duka."

Seseorang
akan mengalami kemerdekaan keuangan bila mengikat perjanjian dengan ALLAH dan
melibatkan ALLAH dalam hal :

-
Kepemilikan
ALLAH dalam segala sesuatu dan dia hanya sebagai pengelolanya

-
Menyerahkan bagian pertama kepada ALLAH

-
Mengerti akan hukum tabur tuai

2 MACAM
PENDAPAT YANG ADA DI TENGAH MASYARAKAT

a.
Sebagian orang mengatakan bahwa bila memberikan
perpuluhan akan masuk dalam kelompok orang KRISTEN dan yang tidak memberikan
perpuluhan menjadi orang terbuang. Konsep berfikir ini dimiliki oleh ahli
Farisi/ahli TAURAT. Dimana mereka melakukannya hanya untuk memuaskan keinginan hati dan
mengabaikan keadilan dan belas kasihan. (MAT 23:23)


b.
Ada lagi yang berpendapat bahwa untuk memberikan
perpuluhan, bagaimana digerakkan oleh hati, bila hati tergerak untuk memberi
baru memberi, tapi bila tidak tidak usah
memberi.. Apakah benar hati manusia bisa memberi dengan tulus tanpa
itung-itungan ?

Amsal 16:2, "Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati."

Saat kita mengembalikan kepada TUHAN,
sebenarnya TUHAN memiliki hak untuk tidak mengembalikannya, toch itu uangnya
TUHAN juga. Tapi khusus mengenai perpuluhan ini, TUHAN bersumpah atas dirinya
sendiri bahwa IA akan membukakan tingkap
langit saat kita melakukan dengan BENAR dan SETIA.

ROMA 11:35, "Atau
siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus
menggantikannya."

MALEAKHI 3:10b, "……ujilah
Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu
tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan."


Kata-kata di atas adalah sebuah JANJI BERKAT dan PERINGATAN,
secara tidak langsung ALLAH berkata, " PERCAYALAH KEPADA-KU BAWALAH SELURUH
PERSEPULUHAN DAN PERSEMBAHANmu SEHINGGA AKU DAPAT MEMBUKAKAN GUDANG PENYIMPANAN
BAGImu DAN MENGEMBALIKANNYA KEPADAmu. TETAPI JANGAN MENAHAN DARIPADA-KU APA
YANG AKU MINTA."

ALLAH tidak memperhatikan masalah jumlah uangnya tapi TUHAN
hendak melihat kerelaan dan ketaatan hati kita, apakah hati kita terikat kepada
uang atau tidak. ALLAH menetapkan kepada kita untuk memberikan perpuluhan,
supaya kita selalu belajar untuk takut akan TUHAN, tetap berada dalam koridor
yang benar dan juga untuk memberkati kita.


2 KOR 9: 6-10,

9:6 Camkanlah ini:
Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur
banyak, akan menuai banyak juga.

9:7 Hendaklah
masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati
atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

9:8 Dan Allah sanggup
melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa
berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai
kebajikan.

9:9 Seperti ada
tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin,
kebenaran-Nya tetap untuk selamanya."

9:10 Ia yang
menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan
menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah
kebenaranmu;


Suatu hari di gereja diumumkan hendak membangun pelayanan
misi dan kami diminta untuk menabur. Lalu TUHAN bilang "Berikan semua uang yang
ada di dompetmu." Walah….. saya complain dan tawar menawar "TUHAN, masa
semuanya 'kan jumlahnya lumayan besar, segini aja yaa." Tapi TUHAN tetap bilang untuk memberikan
semuanya. Jujur, saat itu hati saya tidak rela tapi saya mau belajar untuk
tunduk karena semua yang saya miliki adalah milik TUHAN dan bukan milik saya.
Memberi dengan mencucurkan air mata adalah harga yang harus saya bayar untuk hidup
dalam iman dan hidup dalam iman tidak akan pernah mengecewakan.

Dan apa yang saya dapatkan, sungguh LUAR BIASA !! Saya
memang belum mendapatkan secara materi tetapi dalam hal hikmat, marifat, karakter, iman, doa mengalami terobosan yang luar biasa. Bagi saya
itu lebih dari cukup, karena saya percaya berkat ada diatas kepala orang benar.

2 MACAM
PERSEMBAHAN

a.
Persembahan khusus (berkat sulung, syukur, misi,
pembangunan gereja, yatim/jompo/janda)

b.
Persembahan perpuluhan

FUNGSI

Maleakhi 3:10, "
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan,
supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta
alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan
berkat kepadamu sampai berkelimpahan."

a.Persembahan
perpuluhan: dibawa ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan
di rumah-KU
(rumah disini berbicara gedung/bangunan). Untuk membiayai sewa gedung, listrik,
air, lift, keamanan, parkir, staff, full timer.

b.Persembahan khusus : sudah ada link-linknya nya, misal:
untuk misi, pembangunan gereja, yatim,
jompo, janda, etc.

2 SIKAP
MEMBERI

a. PAKSAAN,
bersifat doktrin, aturan main, peraturan yang telah ditetapkan gereja. Sikap
seperti ini dilakukan oleh ahli TAURAT dan orang-orang agamawi. Mereka tetap
member tapi didasari rasa takut karena tekanan "bila tidak memberi akan begini, bila tidak memberi akan begitu" jadi
dasar mereka memberi adalah karena takut kena hukum/azab TUHAN. TUHAN tetap adil, DIA tetap memberikan
berkatnya tapi berkat yang standart pula.

b. SUKARELA,
ABRAHAM memberikan teladan kepada kita untuk memberikan perpuluhan dengan sikap
sukarela, sukacita dan penuh kasih karena dia TAHU hal ini menyenangkan hati
TUHAN. TUHAN melihat ketulusan, ketaatan
dan kesungguhan hati ABRAHAM, karena itu ALLAH memberkati ABRAHAM dengan
berlimpah-limpah. Bukan lagi dengan takaran 30x, 60x, 100x tapi beribu-ribu kali lipat ganda.

GALATIA 3:29, "Dan
jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan
berhak menerima janji Allah."


Bukankah ABRAHAM adalah BAPA LELUHUR kita, melalui dirinya
lah kita memperoleh berkat bangsa-bangsa.
Sikap ABRAHAM seperti inilah yang seharusnya kita teladani bagaimana dia
bisa menjadi sahabat ALLAH, bagaimana dia bisa sangat diberkati oleh ALLAH. Dan
itu dimulai dengan sikap hatinya yang sungguh-sungguh kepada ALLAH. ABRAHAM
sangat mengenal ALLAH dan dia tahu mengenai hak kepemilikan, karena itu ABRAHAM
tidak segan-segan memberikan ISHAK, anak satu-satunya kepada ALLAH. Dan itu dimulai dengan TAAT saat TUHAN
memerintahkan untuk keluar dari UR KASDIM.

PERPULUHAN melatih
kita untuk belajar empati terhadap kebutuhan orang lain juga. Saat kita bisa
memberi dengan kasih kepada ALLAH yang tidak kelihatan otomatis kita juga bisa
memberi kepada orang lain dengan kasih tanpa pamrih. Adalah yang sangat
mustahil, saat seseorang berkata bahwa dia mengasihi ALLAH namun dia tidak
menaati perintah-NYA. Dan ini bisa terlihat dari kesetiaan dia dalam memberikan
perpuluhan. PERPULUHAN adalah pemberian
minimum, terkadang TUHAN melatih kerelaan hati kita untuk memberikan perpuluhan
lebih dari 10%. Dan benar-benar bayar harga untuk perkara ini. Namun
percayalah, saat kita menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan
sorak sorai. Disitulah iman percaya kita
kepada ALLAH teruji dan kita naik tingkat.

ROMA 4:13-18,

4:13 Sebab bukan
karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya,
bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.

4:14 Sebab jika
mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang dijanjikan
Allah, maka sia-sialah iman dan batallah janji itu.

PERTANYAAN YANG SERING TIMBUL SEPUTAR
PERPULUHAN :

1. Bila gaji/income saja kecil dibawah UMR apakah
harus memberikan perpuluhan ?

YA, karena perpuluhan melatih kesetiaan dan ketaatan kita
kepada ALLAH dengan disertai sukacita dan pengertian yang benar. TUHAN tidak
melihat jumlah tapi TUHAN melihat hati kita.
Contoh: janda miskin yang memberi seluruh pendapatannya 2 keping perak
(LUK 21:1-4)

2. Untuk menghitung perpuluhan, apakah dipotong
setelah biaya-biaya (biaya telepon, listrik, karyawan, transportasi, etc) yaitu
laba bersih atau laba kotor ?

Bila pertanyaan ini saya kembalikan kepada anda, apakah
anda ingin TUHAN memberkati anda saat laba bersih atau laba kotor ? Jawabannya
ada di tangan anda.

TUHAN tidak pernah berhutang, sebuah benih yang ditabur
tidak dapat langsung dipanen. Butuh waktu untuk bertunas, tumbuh dan menghasilkan
buah. Entah 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun, 10 tahun, tergantung kairosnya TUHAN.
Satu hal yang pasti, kita akan menuai bila kita tidak menjadi lelah dalam
artian tetap beriman.

3. Bila saya sudah tua, tidak bekerja dan
mengandalkan pemberian anak, apakah harus memberikan juga ?

YA, karena mereka dipakai TUHAN untuk memelihara anda. Dan
uang yang anda miliki adalah milik TUHAN juga, jadi sudah selayaknya anda
mengembalikan kepada TUHAN juga supaya terpelihara kesehatan dan segala
kepunyaan anda dari belalang pelahap.

4. Bila saya memiliki hutang yang sangat besar
apakah harus perpuluhan juga ?

YA, anda harus mulai membuat pos-pos keuangan dan mengalokasikannya dengan tepat.

Langkah:
- Totalkan seluruh income anda (misal: anda
memiliki beberapa sumber penghasilan)

-
Rencanakan hutang anda ini akan lunas dalam
tempo berapa lama

- Data pengeluaran rutin anda setiap bulan (uang
sekolah, PDAM, listrik, transportasi, makanan, pembantu, pulsa, karyawan,
perpuluhan, etc)

- Data pengeluaran tidak rutin (kontrakan rumah,
sewa gedung, baju, sepatu, undangan, perbaikan, nonton, travelling, etc)

- Berapa bagian dari income yang akan dialokasikan
sebagai dana cadangan untuk keadaan emergency. Ini PERLU !!

-
Mulai memilah antara kebutuhan dan keinginan.
Misal: pulsa, PDAM, listrik memang rutin tapi bisa ditekan biaya pemakaiannya.

- Pangkas biaya yang tidak perlu, misal: Biasanya
setiap tahun anda berlibur ke luar negeri dan butuh dana sekitar 200 jt. Krn
anda terlibat hutang, liburan anda digantikan dengan liburan di dalam negeri.
Dengan demikian, anda dapat menggunakan uang tersebut untuk membayar hutang
anda.

- Buat pos-pos keuangan, bisa juga dengan amplop
untuk masing-masing pos supaya tidak terpakai.

- Ambil komitmen untuk sungguh-sungguh melakukan
apa yang telah anda rencanakan dan berlakulah setia.

5. Bila saya rugi terus-terusan bahkan makin lama
makin habis hartanya apakah harus memberi perpuluhan ?

Harus kita lihat dulu apa penyebab kerugian tersebut,
apakah karena ditipu atau karena salah dalam mengelola keuangan. Bila karena
ditipu dan tetap ada penghasilan tetap harus memberikan perpuluhan.. Bila karena
salah dalam mengelola keuangan karena BESAR PASAR DARIPADA TIANG berarti dia
harus mulai membenahi keuangannya dengan menerapkan prinsip sbb: setia
menerima, setia mengatur, setia memberi. Setelah beres membenahi keuangannya,
dia harus mulai setia untuk memberikan perpuluhan.

6. Bila buka toko baru dan masih rugi apakah harus
membayar perpuluhan ?Bila toko tersebut belum memberikan income, tapi masih ada
income dari sumber-sumber yang lain. Maka perpuluhan itu diambil dari total
income yang sudah didapatkan.

7. Bila punya usaha P&D, toko makanan, atau glosir bagaimana menghitung
perpuluhannya
a.
Bila harga jual barang tersebut tetap, kita
mulai menghitung stock awal bulan dan akhir bulan, dari sana bisa dihitung
berapa income yang didapat dan berapa bagian untuk perpuluhan..

b.
Bila harga jual barang tidak tetap (seperti aku
toko kain), maka dihitung trx per
harinya berapa dan memperkirakan berapa income yang didapat. Lalu catat dan
sisihkan untuk perpuluhan.

c.
Bagi yang tidak mau ribet, setiap orang punya
RK. Nanti RK akan menggerakkan hati kita untuk memberikan sejumlah uang.

Semua tetap kembali ke hati, berapa pun jumlah yang RK
suruh kita berikan, kita akan memberikannya dengan sukacita tanpa paksaan.

8. Bila tidak punya penghasilan sama sekali apakah
harus memberi perpuluhan ?

Tidak punya penghasilan apakah karena malas bekerja atau
full sebagai ibu rumah tangga jadi harus dilihat pokok permasalahannya. Bila
karena malas atau tidak punya pekerjaan dan mengandalkan pemberian manusia,
menurut hemat saya tetap dia harus menyisihkan untuk perpuluhan. Sedangkan bagi
yang full ibu rumah tangga dan sumber penghasilannya hanya dari suaminya, dia
tidak perlu memberikan perpuluhan karena sudah dipotong dari penghasilan suami.
Beda kasus bila ibu RT ini punya sumber income lain berarti dia tetap harus
memotongnya untuk perpuluhan..

9.
Bagaimana dengan income yang didapat dari bunga
bank, pemberian orang lain (angpao, door price, lucky luck, arisan, etc)?

Semua itu termasuk sumber income yang bersifat insidentil/sesekali,
dan tetap harus disisihkan untuk perpuluhan.

10.
Bila suami istri bekerja, milik siapakah yang
dipotong untuk perpuluhan ?

Keduanya adalah sumber income, bisa disatukan baru kemudian
dipotong untuk perpuluhan atau masing-masing memotong sendiri.

11. Bila saya memberikan perpuluhan itu ke gereja,
apakah yakin bahwa uang itu akan digunakan dengan benar dan tepat sasaran ?


Maleakhi 3:10, "Bawalah
seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada
persediaan makanan di rumah-Ku."

Saat anda memberikan perpuluhan, lakukan dengan iman bahwa
apa yang anda lakukan sudah tepat sesuai dengan yang TUHAN kehendaki. Menurut hemat saya, anda tidak perlu dipusingkan, apakah uang itu
digunakan dengan benar atau diselewengkan. Bila ternyata uang itu diselewengkan
oleh gembala atau staff itu adalah tanggung jawab dia dihadapan TUHAN. Karena
dia telah berani memakan uang TUHAN, dan hal itu akan mendatangkan kutuk
kepadanya dan keturunannya.

Saat kita bernaung di sebuah gereja lokal, mendapatkan
makanan rohani, mengalami perubahan dalam kehidupan, mendapatkan covering di
tempat itu, sudah seharusnya kita menundukkan diri pada gembala setempat dan
PERCAYA bahwa mereka akan mengelola dana-dana tersebut dengan benar dan
mengalokasikannya dengan tepat untuk ke-maslahat-an jemaat.

Gembala berfungsi sebagai covering dan TUHAN memakai
gembala sebagai saluran untuk mencurahkan berkatNYA atas diri anda. Bila kepada
gembala lokal, anda sudah tidak percaya dan tunduk kepadanya, secara tidak sadar anda sudah menyumbat saluran berkat itu. Saya
sarankan kepada anda, untuk segera angkat kaki dan mencari gereja lokal dimana
anda dapat mempercayai seorang gembala dengan
sepenuhnya dan tunduk kepadanya.
Supaya berkat TUHAN tidak tertahan atas diri anda. Mungkin anda pikir perkataan saya ini kejam
tapi ini demi kebaikan anda juga.

12. Saya sudah setia memberikan perpuluhan tapi
kenapa saya masih menderita kerugian entah ditipu orang, sakit penyakit,
kecelakaan, kebakaran, etc ?

Beberapa hal yang harus anda perhatikan, yaitu :

a. Perpuluhan dan persembahan adalah seperti 2 sisi
pada 1 koin, tidak bisa dipisahkan. JADI, anda harus melakukan keduanya.

b. Apakah anda sudah memberi dengan tepat dan benar
sesuai dengan TUHAN inginkan ?

Saat kita memberikan perpuluhan dan persembahan, itu
artinya kita sedang menabur di ladang kehidupan TUHAN yang telah diberikan
kepada kita. Bila kita menabur sesuai keinginan kita, kita hanya menabur
sebagian kecil dari keseluruhan area. Akibatnya kita hanya akan menuai sedikit
sesuai dengan yang kita tabur (itupun bila tidak habis oleh belalang pelahap).
Bila kita hanya memberikan perpuluhan sesuai dengan hati kita, itu artinya kita
hanya mendirikan pagar pembatas separuh dari yang seharusnya atas ladang
tersebut, akibatnya segala macam hama pengrusak bisa masuk, memakan dan merusak
benih yang telah kita tabur. SIA-SIA
BUKAN ????

Supaya bisa menghasilkan hasil yang max dan tidak habis
dimakan oleh belalang, kita harus menabur
(persembahan khusus dan perpuluhan) sesuai dengan yang TUHAN inginkan
dan bukan keinginan kita.

c.
Kurang berhikmat.

TUHAN tempatkan kita seperti domba di tengah serigala,
karena itu kita butuh hikmat TUHAN dan mengandalkan RK dalam segala aktivitas
jangan sampai kita tertipu oleh si setan.

d. Setia.

ALKITAB berisi janji-janji TUHAN dan merupakan satu
kesatuan, jadi kita tidak bisa memilah-milah mana yang kita sukai "itu" yang
kita ambil dan yang tidak kita sukai "itu"
dibuang.

LAKUKAN YANG SATU DAN
JANGAN ABAIKAN YANG LAIN. LAKUKAN PERPULUHAN DENGAN SETIA DAN JANGAN ABAIKAN
KEBUTUHAN ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA. LAKUKAN PERPULUHAN DENGAN SETIA DAN JAGA
KEHIDUPAN ROHANI ANDA.

13. Saya sudah setia memberikan perpuluhan tapi mana
buktinya ?

HUKUM TABUR TUAI, sebuah benih yang ditaburkan
membutuhkan waktu untuk bertumbuh, ada proses demi proses yang harus dilakukan
untuk bisa menghasilkan buah. Dan juga dibutuhkan kesungguhan si petani untuk
merawat dan memeliharanya. Hal inilah yang sering dilupakan oleh anak-anak
TUHAN, mereka lupa untuk bertindak sebagai petani yang harus memelihara dan
menjaga setiap benih yang ditaburkan itu melalui SIKAP HIDUP sehari-hari sesuai FT, buka hanya hari minggu saja.
Mereka mengharapkan TUHAN memberikannya dengan instan "CLING" seperti sulap dan menuduh
TUHAN tidak adil saat belum memberikannya. TUHAN pasti memberikan berkatnya
kepada kita sesuai dengan KAIROS nya TUHAN dan bukan keinginan kita..

14. Saya punya anak rajin memberikan perpuluhan dan
aktif melayani di gereja, tapi kebutuhan orang tua dan sanak saudara mereka
abaikan, bagaimana ini ?


MATIUS 23:23b, "…….tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat
kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus
dilakukan dan yang lain jangan diabaikan."

1 TIM 5:8, "Tetapi
jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi
rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman."


JANGAN mempergunakan Firman dibawah ini untuk membenarkan
diri sendiri seperti yang ahli FARISI lakukan.

MATIUS 15:4-7,


15:4 Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan
ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.

15:5 Tetapi kamu berkata: Barangsiapa
berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat
digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah,

15:6 orang itu tidak wajib lagi menghormati
bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku
demi adat istiadatmu sendiri.

15:7
Hai orang-orang munafik…

FT katakan, kita tidak boleh melakukan yang satu dan
mengabaikan yang lain, harus melakukan semua kebenaran FT dan menjadi saksi
KRISTUS. Bila anak tersebut malah mengabaikan orang tuanya, berarti anak itu
belum mengerti FT dengan benar, harus diberitahukan apa kesalahannya dan
dibimbing menuju kedewasaan. Bila dia tetap mengabaikan tanggungjawabannya,
berarti dia sama dengan orang murtad.

Siapa saja yang harus kita perhatikan kebutuhannya dan kita
bantu (berdasarkan tingkat prioritas ) ?

1.
Keluarga inti (suami, istri, anak-anak)

2.
Keluarga dekat (orang tua, mertua, kakek nenek,
saudara kandung)

3.
Keluarga jauh (saudara sepupu, keponakan, paman
bibi, saudara segaris, saudara jauh)

4.
Saudara seiman (pendeta, gembala,fulltimer,
jemaat yang mengalami kesusahan)

5.
Komunitas
Kristen di tempat lain (gereja lain, misionaris, atau mungkin negara lain di
seluruh dunia)

6.
Komunitas non- Kristen

Cara memberi yang benar (ini
diluar perpuluhan dan persembahan khusus) adalah sebagai berikut :

1.
Minta hikmat TUHAN siapa, kemana, bagaimana, dan
berapa besar uang yang harus diberikan ?
jangan sampai kita menabur di tanah yang gersang.

2.
Peka terhadap kebutuhan orang lain, bahwa orang
tersebut memang benar-benar membutuhkan untuk kelangsungan hidupnya dan bukan
karena malas bekerja atau untuk foya-foya dan hidup mewah.

3.
Selidiki apakah dana yang kita salurkan itu
benar-benar digunakan dengan benar, tepat dan bertanggungjawab atau tidak.
EVALUASI

4.
JANGAN menerima apapun yang tidak bermutu dari
TUHAN. Harapkan bongkahan terbesar dan bukan hanya remah-remah saja.

HIDUP ANDA MAU DIBERKATI ?????

LAKUKAN SELURUH KEBENARAN FIRMAN TUHAN TANPA TAWAR MENAWAR
DENGAN TUHAN


__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

0 komentar:

Poskan Komentar