Minggu, 13 September 2009

MENGENDALIKAN
PIKIRAN ANDA

Kolose 3:1-3

Apakah anda
memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya anda pikirkan? Pikiran untuk tidak
mengampuni, keangkuhan, nafsu atau amarah? Kebenarannya adalah bahwa pikiran
anda bekerja setiap saat. Pikiran kita membuat kita menjadi diri kita sekarang;
pikiran itu mempengaruhi segalanya hubungan kita, pekerjaan, rumah tangga.
Pertanyaannya adalah: Bagaimana cara kita mengatur sesuatu yang begitu
mengendalikan kita? Bisakah kita berkuasa atas pikiran kita?

Seorang hanya
dapat mengendalikan pikirannya ketika ia mempercayai Yesus Kristus sebagai
Juruselamat pribadinya. Ketika Yesus hadir dalam hidup anda, Ia tinggal di
dalam anda dan mengutus Roh Kudus untuk memampukan anda mejadi kehidupan
sebagai orang Kristen. Anda menjadi
pribadi baru yang memiliki kuasa atas dosa dan mampu membuat keputusan yang
benar. 1 Korintus 2:16 berjanji "Kita memiliki pikiran Kristus". Memiliki
pikiran Kristus berarti bahwa anda sanggup memproses informasi sebagaimana Ia
melakukannya, yaitu melalui penyaringan nilai-nilaiNya dan berpikir dengan cara
yang memuliakan Dia.

Memiliki pikiran
Kristus juga berarti bahwa anda mempunyai suatu tanggung jawab. 1 Petrus 1:13 mengatakan "Siapkanlah akal budimu,
waspadalah dan letakanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang
dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus". Berfokuslah
hanya kepada Dia dan belajar untuk menghindari hal-hal yang merusak pikiran
anda. Bila anda tidak menyukai diri anda atau jalan yang anda tempuh sekarang,
anda dapat mengubahnya dengan percaya kepada Kristus. Jadikanlah Allah sebagai
prioritas hidup anda dan izinkan Ia menjadi fokus pikiran anda. Maka segala
sesuatu yang anda perlukan atau inginkan dalam hidup yang selaras dengan
kehendakNya bagi anda akan ditambahkan kepada anda.

sumber: http://www.sentuhanhati.com/

Melangkah dari Masa Lalu

Bacaan hari ini: Keluaran 14:10-22

Ayat mas hari ini:
Pengkhotbah 7:10

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 12-14

Kehidupan kita seperti roda yang selalu berputar; selalu maju. Masa lalu tidak dapat diulang lagi. Namun
begitu, kita kerap membandingkan keadaan yang terjadi di setiap masa. Misalnya,
seingat saya, pada 1990-an, harga gula pasir sekitar Rp900,00/kg. Kini,
harganya hampir sepuluh kali lipat! Maka, tidak heran jika ada orang yang
berharap untuk kembali ke masa lalu, ketika harga lebih murah, pemikiran lebih
sederhana, dan tuntutan hidup yang memicu stres tidak setinggi saat ini.

Pengalaman ingin kembali ke masa lalu juga pernah dialami bangsa Israel ketika Musa memimpin mereka keluar dari
Mesir. Di depan mereka terhampar Laut Teberau. Di belakang mereka pasukan Mesir
mengejar. Dalam situasi itu, orang Israel berkata kepada Musa, "Lebih baik bagi
kami untuk bekerja pada orang Mesir daripada mati di padang gurun ini" (ayat 12). Mereka ingin
kembali, padahal Tuhan membebaskan mereka untuk mengalami hal yang lebih indah
di depan! Perjalanan keluar dari Mesir juga dipakai Tuhan untuk menuntun Israel selangkah lebih dekat pada penggenapan
rencana-Nya: masuk tanah perjanjian. Namun, orang Israel sudah terbuai kenyamanan di Mesir sebagai
budak.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga berpikir seperti bangsa Israel yang memilih tinggal di masa lalu karena
"nyaman"? Tuhan menuntun Israel keluar dari Mesir untuk mengajarkan hal
baru yang berharga. Demikian juga Dia menuntun kita melangkah maju setiap hari,
untuk mengalami kuasa-Nya yang luar biasa. Jangan kecut dan tawar hati, sebab
walau tantangan hidup bertambah, penyataan kuasa Tuhan juga semakin bertambah.
Maka, nikmatilah hidup yang Tuhan hadirkan setiap hari. Dan majulah bersama
Tuhan!

Masa lalu diberikan Tuhan
menjadi pelajaran berharga, bukan sebagai bayang-bayang menyesakkan bagi hidup
masa kini

Penulis: Helen Aramada
Setyoputri
|||||| sumber: http://www.renunganharian.net/ ||||||

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

0 komentar:

Poskan Komentar