Milikilah Kekuatan
Kuasa-Nya dan Rebutlah Janji-Nya
Setiap kali Allah memberikan janji firman kepada umat-Nya maka Ia pasti akan
melengkapi mereka dengan memberikan kekuatan untuk merebut janji itu pada
waktu-Nya sebab janji Allah tidak akan pernah dapat diraih dengan kekuatan
manusiawi ataupun dengan cara-cara yang biasa.
Ketika Allah memberikan janji kepada Abraham untuk memiliki anak, Abraham tidak
dapat meraihnya dengan kekuatan manusiawinya tetapi Allah memberikan kekuatan
kepada Abraham dan Sara untuk melahirkan anak
perjanjian itu.
Dia memberikan kekuatan setelah Abraham dan Sarah kehilangan kekuatan manusiawi
mereka untuk melahirkan anak.
Ketika Allah memberikan janji kepada Kaleb bin Yefune untuk memiliki tanah
perjanjian, Dia memberikan kekuatan kepada Kaleb untuk menaklukkan Gunung
Hebron sekalipun usianya sudah lanjut.
Ketika Allah memberikan janji kepada murid-murid bahwa mereka akan memberitakan
Injil ke seluruh dunia, Dia memberikan kekuatan-Nya yaitu ketika Roh Kudus
turun ke atas mereka pada hari Pentakosta.
Ada beberapa bentuk kekuatan yang akan diberikan Tuhan saat Roh Kudus
dicurahkan:
Pertama, Kekuatan untuk memperoleh
kekayaan [Ulangan 17-18]
Roh Kudus bukan hanya memberikan kekuatan dan hikmat bagaimana memperoleh
kekayaan tetapi juga Dia memberikan kita hikmat dan kemampuan untuk memelihara
dan melipatgandakan kekayaan itu dengan maksud untuk memperluas pemberitaan
Injil.
Saya menyarankan Anda belajar menentukan tingkat
kebutuhan dan kecukupan hidup agar Anda tidak jatuh dan terjerat hutang atau
berbagai kesulitan.
Ada istilah
popular, "sedikit penghasilan sedikit pengeluaran tetapi lebih banyak
penghasilan lebih banyak pula pengeluaran bahkan sampai defisit atau berutang."
Coba belajar menggunakan 70% saja dari gaji/pendapatan Anda dimana 10%-nya
untuk perpuluhan dan 10%-nya untuk ditabung atau Investasi dan 10%-nya lagi
untuk diberikan kepada pelayanan atau orang-orang yang membutuhkan.
Peningkatan jumlah gaji/pendapatan sebaiknya tidak serta merta diikuti dengan
peningkatan konsumsi untuk keperluan sendiri.
Saya percaya ada maksud Tuhan untuk memberkati kita berlimpah ruah yaitu agar
kita bisa lebih banyak membawa persembahan untuk Tuhan dan memberikan bantuan
keuangan kepada orang lain.
Kisah John D. Rockefeller,Sr menggambarkan bahwa seseorang yang mau memberikan
nilai dan makna bagi hidup orang lain justru tindakannya itu akan membuat
hidupnya lebih berbahagia, sehat dan panjang umur.
John D. Rockefeller pada usia 53 tahun mungkin adalah orang yang terkaya di
muka bumi ini, tetapi pengejaran uang tanpa kenal lelah menuntut bayaran
terhadap kesehatannya.
Dengan pendapatan lebih dari satu juta dollar seminggu, ia kehilangan semua
rambutnya dan ia hanya boleh makan crackers dan susu setiap harinya!
Atas nasehat sahabat-sahabatnya, Rockefeller mulai menggunakan kekayaannya yang
sangat besar itu untuk memberi makna dan kebaikan pada orang lain.
Ia mengubah pikirannya dari seorang yang hanya mencari uang menjadi seorang
pemberi uang untuk pemberitaan Injil dan membantu orang-orang lain.
Kesehatan Rockefeller membaik, ia mulai bisa tidur dan makan secara normal dan
menikmati kehidupan pada umumnya.
Dr Mc Millen yang merawatnya berkata,"kuasa Allah
bekerja melalui aliran kasih dan ucapan syukur dari orang-orang yang
ditolongnya. "
Kesehatan sang milyader, John D. Rockefeller berubah secara radikal, Tuhan
menambahkan usianya sampai usia 98 tahun. Ia menjadi sangat kaya dan
kekayaannya semakin berlipatganda!
Kedua, kekuatan untuk menanggung
segala perkara [Filipi 4:10-13]
Kekuatan ini memberikan kemampuan untuk mengucap syukur dan bersabar ketika
kita melewati masa-masa sulit.
Kekuatan ini membuat kita bisa bersabar dan bertekun menantikan janji Allah
tanpa bersunggut-sunggut dan menjadi kecewa apalagi putus asa.
Roh Kudus memberikan kita kekuatan untuk menanggung segala perkara dengan cara
mengubah cara pandang kita.
Ia mengubah cara pandang terhadap diri kita sendiri [gambar diri]; terhadap
Tuhan [iman]; terhadap orang lain [kasih]; terhadap masa depan [pengharapan]
dan terhadap masa lalu [pengampunan].
Edward Halim telah putus asa dan kecewa dengan vonis dokter bahwa ia mengindap
penyakit kanker paru-paru.
Hal yang membuatnya kecewa dan terpukul adalah oleh karena ia merasa sudah
memelihara kesehatannya dengan baik. Ia menjaga kesehatannya dengan makanan
yang sehat dan bergizi, berolah raga dengan penuh disiplin, tidak pernah
merokok, selalu menghirup udara segar di bawah pohon rindang.
Dokter menjelaskan bahwa penyebab utama penyakitnya adalah bukan dari cara
makannya tetapi karena ia hidup dalam tekanan yang cukup lama (stress).
Kepahitan, kekecewaan, hidup dalam konflik, menyimpan dendam, ambisi yang tidak
tercapai dapat meningkatkan tekanan (stress), dan mengakibatkan gangguan berbagai
penyakit antara lain penyakit kanker, penyakit jantung, gangguan pencernaan,
dan lainnya.
Ia merasa dirinya tidak punya arti lagi, ia melihat hidupnya tidak punya masa
depan lagi, ia dicekam oleh rasa takut yang kuat. Ia begitu takut terhadap
penyakitnya itu.
Kami datang memberitakan pesan pengharapan di dalam Yesus
Kristus. Kami memberitakan bahwa Injil itu kekuatan Allah yang sanggup
menyelamatkan setiap orang yang percaya.
Ia dan seluruh keluarganya menyerahkan dirinya kepada Tuhan
Yesus dan bertobat. Setelah ia mendengar firman Tuhan dengan seksama.
Ia diubahkan dan menjadi kuat kembali oleh kuasa firman-Nya. Saat kami berdoa
bersama untuk kekuatan dan kesembuhannya, saya mendapat pesan bahwa Tuhan akan
menyembuhkan sakit kankernya itu dalam tempo 3 (tiga) bulan.
Ia berkata,"Masalah penyakit kanker hati saya
masih tetap ada namun karena cara pandang saya berubah terhadap diri saya
sendiri dan terhadap kuasa Tuhan Yesus dan terhadap masa depan saya maka saya
semakin kuat menanggung beban penyakit ini."
Beberapa bulan kemudian saya ada tugas pelayanan di Singapore, saya berjumpa dengannya
di gereja. Ia menjelaskan kepada saya bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan medis
terakhir, dokter tidak menemukan lagi sel kanker di dalam tubuhnya, dokter menyatakan
dia sudah sembuh.".
Edward Halim mengalami perubahan hidup, ia mengerti bahwa ada Tuhan yang
berkuasa melakukan mujizat.
Ia diubahkan oleh kebenaran firman Tuhan dan kuasa Roh
Kudus yang telah menjamah hatinya.
Penutup:
Saya mendapatkan sebuah pewahyuan dari doa Yesus, yang ditulis dalam Injil
Yohanes 17:17,"Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran."
Arti kata "Kuduskanlah" berarti "Ubahlah atau Perubahan."
Maksud ayat Ini adalah proses perubahan yang Tuhan lakukan dalam hidup
orang percaya. Yesus berdoa, "Ubahlah mereka, ya Bapa." Kemudian pada frase
kedua," dalam kebenaran."
Kebenaran adalah bahan untuk mengubah kehidupan kita.
Jika bensin untuk motor, makanan bergizi untuk tubuh maka kebenaran adalah
untuk proses perubahan hidup.
Apakah kebenaran itu? Yesus melanjutkan doanya "Firman-Mu adalah kebenaran."
Kebenaran adalah firman Tuhan.
Ketika kita menerima firman dengan roh lemah lembut maka firman itulah yang
akan mengubah kita.
Firman mengubah hidup kita dengan cara mengubah cara pandang kita terhadap
segala perkara.
Itulah sebabnya Rasul Paulus berkata,"Segala perkara dapat kutanggung di dalam
Dia yang memberikan kekuatan kepadaku." [Filipi 3:13].
__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com
0 komentar:
Poskan Komentar