Rabu, 28 Oktober 2009

KEDEWASAAN
ROHANI

Yesaya 48:10

Cara dunia adalah
memilih orang yang paling hebat, paling berbakat dalam menyelesaikan
tugas-tugas. Tetapi Tuhan sering memilih orang yang paling lemah yang tidak
bisa dan punya apa-apa, selain bersandar penuh kepada Tuhan. Dan ketergantungan
semacam ini menunjukan kedewasaan iman.

Kedewasaan iman
tidak terjadi begitu saja. Bapa dengan sabar menjumpai dan menerima orang-orang
apa adanya, tetapi karena kasihNya, Dia tidak rela membiarkan anak-anakNya
tetap seadanya. Dia akan membuat kita makin serupa dengan PuteraNya (2 Korintus
3:18). Sebagai pengikut Kristus, kita harus
melepaskan cara-cara, pemikiran dan motivasi kita yang lama. Roh Kudus akan
membuka wawasan kita dan membuat kita dapat memandang dari perspektif Allah.
Setelah itu, barulah Tuhan bisa membuat kita bersandar padaNya dan tunduk pada
RohNya. Perubahan ini sering terjadi bertahap, tetapi Allah kadang mengizinkan
kesukaran dan penderitaan untuk membuat kita bergantung padaNya.

Renungkan
contoh-contoh iman di Alkitab. Sarah dan Abraham menghadapi masalah kemandulan
selama bertahun-tahun, sebelum mendapat anak yang dijanjikan (Kejadian 21:1-2).
Yusuf dijual sebagai budak dan dipenjara tanpa diadili, sebelum ia
menyelamatkan bangsanya dari bahaya kelaparan (Kejadian 45:5). Dengan peran
barunya sebagai ibu Yesus, Maria yang sempat dianggap berzinah, harus menuruti
perintah Allah yang tidak nyaman, untuk meninggalkan tempat-tempat yang
berbahaya (Matius 2:13,22). Semua orang ini sudah menghadapi kesukaran dan
kehancuran, yang membuat mereka mengenali ketidakberdayaan mereka, tetapi
sekaligus juga kemahakuasaan Allah.

Apa yang
menghalangi penundukan diri anda sepenuhnya kepada Tuhan? kerinduanNya adalah
membuat anda bertumbuh dewasa, agar di dalam kelemahan anda, kuasaNya menjadi
nyata.

Amsal 3:21-24
Efesus 5:10
Lukas 4-6

Firman Tuhan mengingatkan kita untuk selalu memakai pertimbangan dan
kebijaksanaan dalam menjalani hidup ini. Tentu termasuk dalam mempergunakan
SMS. Artinya, sebelum kita melakukan segala sesuatu pikirkan matang-matang.
Jangan sekadar mengikuti rasa senang atau hobi, tetapi perhatikan juga
baik-buruknya; baik buat diri sendiri, maupun buat orang lain. Dan terutama,
apakah itu juga sungguh-sungguh berkenan di mata Tuhan. Hanya dengan
pertimbangan dan kebijaksanaan inilah kita tidak akan dicelakakan oleh
rupa-rupa tawaran dunia (ayat 23). Hidup kita pun akan lebih tenang dan
tenteram (ayat 24).

PIKIRKAN BAIK-BAIK,
PERTIMBANGKAN MATANG-MATANG. JANGAN ASAL IKUTI TAWARAN DUNIA

Ayub Yahya
http://www.renunganharian.net/

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

ENGKAU RAJAWALI,BUKAN ANAK AYAM


Mazmur 103:5 ''Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa
mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.''

Rajawali, adalah burung yang paling perkasa dan burung yang paling tangguh
dalam menghadapi masa-masa yang sulit, Alkitab mengibaratkan anak-anak muda
adalah Rajawali-rajawali, didalam alkitab ada kurang lebih 50 ayat yang
berbicara mengenai anak muda dan masa muda,
Guys, engkau adalah rajawali nya Tuhan, dan burung rawali yang perkasa tidak
lah secara instan dapat terbang dengan gagah perkasa..
Rajawali menyukai ketinggian, tidak ada burung rajawali yang membuat sarangnya
di tempat yang rendah, tujuannya menghindar dari serangan musuh…namun ada
resiko jika rajawali membuat sarang di tempat yang tinggi, yaitu jika saat
badai maka goncangan akan semakin kuat, sarang yang dekat dengan sumber badai
akan membuat sarang digoncang…namun rajawali suka tinggal dalam ketinggian,
demikian juga setiap anak muda, Tuhan bawa engkau mungkin menuju
''badai'' yang tidak meng enakan buat mu, keluarga yang berantakan,
kesulitan keuangan, atau yang lainnya, namun destination Tuhan agar engkau
seperti rajawali, terbang tinggi di atas badai, lihat dan pandanglah
''badai'' itu sebagai sarana untuk engkau dapat terbang tinggi..belajar
lah untuk melihat bahwa apa yang Allah ijinkan terjadi dalam hidupmu adalah
untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap kita yang sungguh2 mengasihiNya (Roma
8:28), engkau rajawali..yangs selalu dapat Tuhan andalkan di
tengah ''badai'' dunia yang tidak menentu, mungkin saat ini engkau
merasa engkau tidak layak..mungkin engkau gay,lesbi,membenci org lain, ataupun
dosa yang lain, Tuhan tidak melihat engkau sebagai ayam yang hanya terbang
tidak sampai 1 meter…Dia selalu berkata ''U spesial for Me, always n
4ever'' Tuhan mau setiap kita menyadari bahwa status kita adalh
''rajawali'' bukan ''ayam'' yang selalu terbang tinggi..

Jadilah rajawali yang terbang tinggi bersama Tuhan..jangan lihat
dosamu..pandanglah Tuhan…berjalan bersama Dia adalah sesuatu hal yang sangat
indah dan akan membuat engkau tenang bersamaNya…

Engkau sangat diperhitungkan bagi Tuhan…apapun yang menjadi penghalang untuk
engkau berjalan kedepan, saat ini Tuhan menyatakan bahwa engkau selalu
dimonitorNya di setiap masa depan mu, bahkan Ia janjikan masa depanmu masa
depan yang cerah dan penuh harapan (Yeremia 29:11)

Tuhan Yesus memberkati…


__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

WIBAWA

Wibawa yang memancar dari dalam diri Yesus, bukan karena Yesus itu orang hebat, sebagaimana orang menilainya. Yesus itu pertama-tama mempunyai relasi yang mendalam dengan BapaNya. Oleh relasi yang dalam dengan BapaNya, bukan karena jabatan atau pendidikan, dll. Wibawa tidak akan hilang walaupun sudah pensiun. Justru orang akan terus datang untuk meminta nasihat atau doa, dll. Seperti orang tua kita, anak-anaknya selalu datang kepadanya apabila kita mengalami masalah, dan berharap mendapatkan solusi.

Kitapun dapat berwibawa, untuk itu kita lebih mengenal Bapa, sehingga dapat mewujudkan sabda Tuhan, agar kita hidup bersama Dia. Jangan sampai wibawa kita dikalahkan oleh setan. Seperti hidup dalam perkawinan, hubungan suami-istri, hubungan orang tua dengan anak, hubungan kakak dan adik, hubungan atasan dengan bawahan, hubungan pertemanan, mereka mengenal secara mendalam satu sama lain, sehingga suka cita adanya. Aura kehadiran Tuhan ada di keluarga itu, sehingga mereka dalam memandang masa depan seperti merindukan kedatangan Tuhan, tidak takut, dan tidak gelisah.

Dengan kehidupan sehari-hari, kita siap dipakai Tuhan. Orang yang siap dipakai Tuhan itu orangnya sigap, tanggap dalam menerima tugas, tidak leleto dalam bahasa gaulnya. Itu semua ungkapan orang yang memiliki kerinduan akan kedatangan Tuhan. Secara pribadi siap melaksanakan tugas, atau ya dan amin.

"…. Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar." Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu" (Luk 4:31-37).

Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan! (Mzm 27:13-14)

Baik sekali untuk menjadi orang penting, tetapi lebih penting untuk menjadi orang baik.


Tuhan Yesus memberkati.

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

Dosa penghambat keselamatan #/TB Yesaya 59:1-21

Dosa penghambat keselamatan Umat Israel yang berada di pembuangan mengeluh
karena Allah tidak kunjung menyelamatkan mereka. Apakah Allah tidak sanggup
menolong mereka? Jawaban Allah jelas. Allah bertindak pada waktu-Nya, yaitu
saat Israel berbalik kepada Allah.

Berbagai perbuatan dosa Israel digambarkan secara terperinci. Mereka
memandang rendah hak orang lain, meremehkan hukum, mudah mengucapkan janji
palsu, menganggap murah nyawa sesamanya, dan mengatur strategi jahat untuk
kepentingan sendiri (ayat 3-8). Pernyataan Allah yang menganggap mereka
sebagai umat kesayangan-Nya telah mereka hancurkan dengan bersikap seperti
bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan. Keberadaan mereka di tanah
pembuangan tidak membuat mereka bertobat.

Perlahan dan pasti kehancuran Israel sedang terjadi. Tidak ada keadilan dan
kebenaran pada mereka. Kehidupan rohani mereka telah dibutakan oleh
pelanggaran yang mereka lakukan sendiri (ayat 10-11, 14). Apa penyebab
kehancuran moral yang dahsyat ini? Pemberontakan umat Allah terhadap semua
hukum Allah. Umat Allah ingin berjalan sendiri tanpa bimbingan-Nya (ayat
12-13). Mereka tidak menyadari bahwa penolakan terhadap Allah mendatangkan
kebinasaan (ayat 1-2). Namun demikian, Allah berkenan mencurahkan belas
kasih-Nya. Allah bangkit menyelamatkan umat-Nya demi nama-Nya sendiri (ayat
16-17). Bahkan Dia akan membalas perbuatan para musuh setimpal dengan
perilaku mereka (ayat 18) sehingga orang-orang yang menaruh harapan
kepada-Nya akan merasakan keselamatan (ayat 19-21).

Pada hakikatnya dosa adalah pemberontakan kepada Allah. Apabila tidak cepat
bertobat akan melahirkan dosa-dosa yang semakin merusak dan akhirnya menuai
kebinasaan. Oleh sebab itu, jangan tunda pertobatan. Jangan sampai borok
dosa menggerogoti keseluruhan hidupmu.

Camkan: Tanpa kesadaran tentang betapa seriusnya akibat dosa, tidak mungkin
terjadi pertobatan sejati.


===================================

Penyerahan diri pada dosa berarti terpisah dari Allah. #/TB Yesaya 59:1-15

Penyerahan diri pada dosa berarti terpisah dari Allah. Kecenderungan manusia
berdosa adalah melakukan kejahatan. Dimulai dari keinginan buruk dalam
pikiran, lahir dalam ucapan dan menjadi nyata dalam tindakan. Hingga
akhirnya kejahatan itu beranak-pinak melahirkan kejahatan baru yang semakin
besar. Orang-orang yang berbuat demikian tidak mengenal jalan damai dan
jalan keadilan. Seperti sarang laba-laba yang menjerat mangsa, demikianlah
orang-orang lalim menjerat kaum miskin dan lemah. Dosa telah membutakan mata
hati manusia, sehingga tidak mengenal jalan yang benar. Hati manusia
terkunci rapat dalam kegelapan, sehingga tidak melihat terang keselamatan
dari Allah. Berkat-berkat dari sorga yang Allah curahkan kepada manusia
terhambat karena kejahatan manusia. Namun karena semua perbuatan itu manusia
akhirnya harus menderita, bahkan harus kehilangan kemuliaan Allah.
Pemberontakan manusia terhadap Allah tidak hanya telah menghancurkan
manusia, tetapi juga telah memisahkan hubungan manusia dengan Allah
Penyerahan diri pada Allah berarti selamat. Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak
kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam
untuk mendengarkan permohonan manusia. Namun Allah ingin agar tembok pemisah
yang menghambat berkat keselamatan itu dihancurkan terlebih dahulu sehingga
manusia membuka hati bagi-Nya. Melalui pengorbanan Yesus Kristus, tembok
pemisah itu telah diluluh-lantakkan.

Dosa telah ditaklukkan-Nya. Manusia telah terbebas dari belenggu dan kuasa
dosa. Sebagai orang percaya yang telah dibebaskan, seharusnyalah kita
menyerahkan diri kepada Allah, menyalibkan manusia lama. Tindakan ini
merupakan bentuk kesediaan diri diproses menjadi manusia baru.

Renungkan: Tindakan penyelamatan Yesus Kristus di kayu salib tidak hanya
memberikan kita kekudusan dan kekuatan rohani, tetapi juga telah menempatkan
hidup kita kini dalam anugerah keselamatan Allah.

Doa: Ya Tuhan, jangan biarkan dosa terus menerus menguasai hidup kami,
biarlah Roh-Mu saja yang bertakhta dalam diri kami selama-lamanya.


__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

Kamis, 15 Oktober 2009

Kisah Raja & Nelayan Yang Pandai


Kerajaan yang dialiri oleh sungai Tigris dan Euphrates pernah diperintah
oleh seorang raja yang sangat gemar dan menyukai hidangan ikan. Suatu hari
dia duduk bersama Sherem, sang Ratu, di taman istana yang berhadapan
langsung dengan tepi sungai Tigris, yang pada saat itu terentang jajaran
perahu yang indah; dimana pada satu perahu duduk seorang nelayan yang
mempunyai tangkapan ikan yang besar. Menyadari bahwa sang Raja
mengamatinya, dan tahu bahwa sang Raja ini sangat menggemari ikan, nelayan
tersebut memberi hormat pada sang Raja dan dengan ahlinya membawa perahunya
ke tepian, datang dan berlutut pada sang Raja dan memohon agar sang Raja
mau menerima ikannya sebagai hadiah. Sang Raja sangat senang dengan hal
ini, dan memerintahkan agar sejumlah besar uang diberikan kepada nelayan
tersebut. Tetapi sebelum nelayan tersebut meninggalkan taman istana, Ratu
berputar menghadap sang Raja dan berkata: "Kamu telah melakukan sesuatu
yang bodoh." Sang Raja terkejut mendengar Ratu berkata demikian dan
bertanya bagaimana bisa. Sang Ratu membalas:"Berita bahwa kamu memberikan
sejumlah besar hadiah untuk hadiah yang begitu kecil akan cepat menyebar ke
seluruh kerajaan dan akan dikenal sebagai hadiah nelayan. Semua nelayan
yang mungkin berhasil menangkap ikan yang besar akan membawanya ke istana,
dan apabila mereka tidak dibayar sebesar nelayan yang pertama, mereka akan
pergi dengan rasa tidak puas, dan dengan diam-diam akan berbicara jelek
tentang kamu diantara teman-temannya." "Kamu berkata benar, dan ini
membuka mata saya," kata sang Raja, "tetapi tidakkah kamu melihat apa
artinya menjadi Raja, apabila untuk alasan tersebut dia menarik kembali
hadiah yang telah diberikan?" Kemudian setelah merasa bahwa sang Ratu siap
untuk membantah hal itu, dia membalikkan badan dengan marah dan
berkata "Hal ini sudah selesai dan tidak usah dibicarakan lagi."
Bagaimanapun juga, dihari berikutnya, ketika pikiran sang Raja sedang
senang, Ratu menghampirinya dan berkata bahwa jika dengan alasan itu sang
Raja tidak dapat menarik kembali hadiah yang telah diberikan, dia sendiri
yang akan mengaturnya. "Kamu harus memanggil nelayan itu kembali,"
katanya, "dan kemudian tanyakan, 'Apakah ikan ini jantan atau betina?' Jika
dia berkata jantan, lalu kamu katankan bahwa yang kamu inginkan adalah ikan
betina, tetapi bila nelayan tersebut berkata bahwa ikan tersebut betina,
kamu akan membalasnya dengan mengatakan bahwa kamu menginginkan ikan
jantan. Dengan cara ini hal tersebut dapat kita sesuaikan dengan baik."
Raja berpendapat bahwa ini adalah jalan yang terbaik untuk keluar dari
kesulitan, dan memerintahkan agar nelayan tadi dibawa ke hadapannya. Ketika
nelayan tersebut, yang ternyata adalah orang yang sangat pandai, berlutut
di hadapan raja, sang Raja berkata kepadanya: "Hai nelayan, katakan padaku,
ikan yang kamu bawa kemarin adalah jantan atau betina?" Nelayan tersebut
menjawab, "Ikan tersebut bukan jantan dan bukan betina." Saat itu sang Raja
tersenyum mendengar jawaban yang sangat cerdik dan memerintahkan bendahara
istana untuk memberikan sejumlah uang yang lebih banyak kepada nelayan
tersebut. Kemudian nelayan itu menyimpan uang tersebut dalam kantong
kulitnya, berterima kasih kepada Raja, dan memanggul kantong tersebut
diatas bahunya, bergegas pergi, tetapi tidak lama kemudian, dia menyadari
bahwa dia telah menjatuhkan satu koin kecil. Dengan menaruh kantong
tersebut kembali ke tanah, dia membungkuk dan memungut koin itu dan kembali
melanjutkan perjalanannya, diikuti dengan pandangan mata Raja dan Ratu yang
mengawasi semua tindakannya. "Lihat! betapa pelitnya dia!" kata Sherem,
sang Ratu. "Dia benar-benar menurunkan kantongnya hanya untuk memungut satu
buah koin kecil karena mungkin dia akan sangat merasa kehilangan hanya
dengan berpikir bahwa koin tersebut akan diambil oleh salah seorang pelayan
Raja, atau seseorang yang lebih miskin, yang membutuhkannya untuk membeli
sebuah roti." "Sekali lagi kamu berbicara benar," balas sang Raja,
merasakan kebenaran dari komentar Ratu; dan sekali lagi nelayan tersebut
dibawa untuk menghadap ke istana. "Apakah kamu ini manusia atau binatang
buas?" Raja bertanya kepadanya. "Walaupun kamu mungkin sudah kaya tanpa
harus bekerja keras lagi, tetapi sifat pelit dalam dirimu tidak membiarkan
kamu untuk meninggalkan satu koin kecil untuk orang lain." Lalu sang Raja
memerintahkan nelayan tersebut untuk pergi dan tidak menampakkan lagi
wajahnya di dalam kota kerajaannya. Saat itu nelayan tersebut berlutut
pada kedua kakinya dan menangis: "Dengarkanlah hamba, Oh sang Raja,
pelindung rakyat miskin! Semoga Tuhan memberkahi Tuanku dengan umur
panjang. Bukan nilai dari koin tersebut yang hamba pungut, tetapi karena
pada satu sisi koin tersebut tertera tulisan pujian atas nama Tuhan, dan
disisi lainnya tergambar wajah Raja. Hamba takut bahwa seseorang, mungkin
dengan tidak sengaja karena tidak melihat koin tersebut, akan menginjaknya.
Biarlah sang Raja yang menentukan apakah yang saya lakukan ini pantas untuk
dicela atau tidak." Jawaban tersebut membuat sang Raja sangat senang tidak
terhingga, dan memberikan lagi nelayan tersebut sejumlah besar uang. Dan
kemarahan Ratu saat itu juga menjadi reda, dan dia menjadi sadar dan
melihat dengan ramah terhadap nelayan tersebut yang pergi dengan kantung
yang dimuati dengan uang. Sumber : www.erabaru.or.id (Hartwell James/yqm)


__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

Sabtu, 10 Oktober 2009

Sepucuk Surat Untuk Surga


Di sebuah kota kecil di Inggris, ada seorang pegawai kantor pos yang
bernama Fleter. Dia adalah seorang pengantar surat yang handal, semua surat
yang alamatnya kurang jelas atau tulisannya yang kabur begitu berada di
tangannya, tidak ada sepucuk surat pun yang tidak tepat sasaran, surat yang
seharusnya berstatus mati (harus dikirim kembali ke pengirim) pun dapat
menjadi surat hidup. Setiap hari Fleter selalu pulang ke rumah dengan
kegembiraan dan bertutur pada istrinya tentang penemuan barunya. Sehabis
makan malam dia selalu menyulut pipa tembakaunya dan kedua tangannya
menggandeng anak lelaki dan perempuannya ke halaman depan rumah untuk
mendongeng. Begitu cerianya dia bagaikan seorang detektif yang ulung. Akan
tetapi pada suatu hari yang naas, anak lelakinya jatuh sakit, ia dilarikan
ke rumah sakit untuk diselamatkan, namun tidak berhasil dan akhirnya
meninggal dunia. Sejak kejadian itu jiwa Fleter juga ikut mati, setiap
hari dia pagi-pagi bangun dari tidur, bagaikan orang yang mimpi tidur
berjalan pergi ke kantor, dia bekerja sambil membisu, sepulang dari kantor
setibanya di rumah ia juga makan dengan bungkam seribu bahasa, dan ia
selalu berada di atas ranjang saat hari masih sore. Hanya istrinya yang
mengetahui bahwa setiap malam dilewati Fleter dengan hanya memandangi
langit-langit, segala hiburan dan nasehat dari sanak keluarga tidak berguna
sama sekali. Hari Natal sudah dekat, suasana kegembiraan di sekitarnya
masih tidak bisa mengurangi kepedihan dari keluarga ini. Anak perempuan
Fleter yang bernama Maria bersama adiknya sungguh mendambakan tibanya hari
besar ini, akan tetapi sekarang ia sudah tidak lagi mendambakannya, dia
juga tidak ingin melewati hari besar itu lagi karena dia tahu di hari besar
itu ayahnya akan lebih merindukan adiknya, dan akan lebih sedih. Hari ini
Fleter sedang di depan meja kerjanya membagi-bagikan surat, dia memungut
sepucuk surat yang beramplop warna biru tua. Tertulis di situ dengan
beberapa huruf besar : Kirim ke Surga --- Kepada Nenek. Saat itu dia
berpikir, ini pastilah bukan sembarang orang yang mampu mengirim surat ini,
meskipun Detektif Polo dari Belgia didatangkan kesini pun pasti akan
kehabisan akal. Fleter menggeleng-gelengkan kepala sambil berpikir hendak
mengesampingkan surat itu. Kemudian ia berpikir, tidak masalah jika dibuka
untuk dilihat, mungkin ia bisa membantu. Lalu ia buka surat itu dan tulisan
di dalamnya : Nenek yang tercinta, Adik telah meninggal dunia. Aku
bersama ayah dan ibu sangat sedih. Ibu bilang, orang baik jika meninggal
akan masuk surga, adik sekarang sedang bersama dengan Nenek di surga,
apakah dia ada mainan? Kuda-kuda kayu adikku tidak berani aku tunggangi
lagi, aku juga tidak bermain mainan balok kayu lagi, aku khawatir kalau
sampai mainan-mainan itu terlihat oleh ayah, ayah akan bersedih hati. Ayah
sekarang ini tidak mengisap pipa tembakau lagi, tidak pernah berbicara
lagi. Aku senang mendengar dongeng ayah, tapi ayah tidak pernah mau
bercerita lagi. Ada suatu waktu ibu menasehati ayah untuk tidak terlalu
bersedih, ayah bilang, sekarang ini hanya Tuhan-lah yang mampu menolong
dirinya. Nek, dimana Tuhan berada? Aku harus menemuiNya, aku ingin memohon
kepadaNya untuk menolong ayahku keluar dari kepedihan ini, agar ayah bisa
mengisap pipa tembakaunya lagi, agar ayah mau berbicara dan bercerita
lagi. Cucumu, Maria. Hari itu, pulang dari kantor, lampu jalanan sudah
menyala. Fleter dengan langkah cepat pulang ke rumah, dia sudah tidak lagi
memperhatikan bayangan dirinya berjalan, yang sebentar di depan, lalu
menjadi di belakang, karena dia sudah berjalan dengan kepala tegak menatap
ke depan. Dia menginjakkan kaki di atas tangga teras di depan pintu
rumahnya, tidak segera mendorong pintu untuk masuk, dia berdiri sambil
mengeluarkan pipa tembakaunya, mengisinya lalu disulut, baru didorongnya
pintu, dan masuk ke rumah. Dia tertawa seperti dulu terhadap istri dan
anak perempuannya yang menyambut kedatangannya, pelan-pelan mulutnya
mengeluarkan asap itu, dan suasana kehangatan yang telah lama tidak mereka
jumpai itu pun muncul kembali. Sumber : www.erabaru.or.id

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

Kamis, 08 Oktober 2009

"WAKTU TUHAN SEMAKIN DEKAT"

Saat ini Tuhan Yesus sedang berbicara secara khusus buat
Sumatera dan secara umum buat Indonesia
bahwa kedatanganNya sudah sangat dekat dan Ia sedang mengingatkan umatNya untuk
berjaga-jaga untuk mempersiapkan kedatanganNya…

Tuhan menegaskan bahwa Ia akan segera datang, sebagai
seorang pencuri..pencuri tidaklah memberi tahu kapan waktunya Ia datang dan
memerintah di bumi ini, semenjak gempa beberapa waktu yang lalu, Tuhan menaruh
satu pesan khusus dalam hatiku untuk Indonesia…dan
sebagai anak-anak Tuhan..kita harus berdiri bagi bangsa ini, mempersiapkan
kedatangan sang Raja dalam dunia ini..Indonesia
tidak akan pernah bertahan tanpa ada yang mau berdiri bagi bangsa ini, berdoa
dan menangis untuk pemulihan Indonesia
di masa akhir jaman ini…

Mari kita sambut kedatangan sang Raja kemuliaan dengan
nyanyian syukur dan kita bernyanyi dan minta belas kasihan Tuhan Yesus atas bangsa tercinta ini agar sebelum
kedatanganNya, Indonesia
dipenuhi kemuliaan Kristus…sama2 kita naikan penyerahan kita kepadaNya :

Terima kasih Tuhan..
Untuk Negeri tercinta..
Terima kasih Tuhan
Untuk Indonesia..
Terima kasih…

Hatiku
bersyukur..padaMu Tuhanku..
Indonesia membutuhkanMu Yesus…
Indonesia nantikan curahanMu..
Indonesia rindu kemuliaanMu..

Inilah doaku…

Selamatkan Indonesia..
Selamatkan Indonesia..
Selamatkan Indonesia..
Itu lah kerinduanku


__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

PRINSIP
KEHANCURAN

Yohanes 12:24-25
Kehancuran itu
menyakitkan dan kita kebanyakan lebih suka hidup tanpa saat-saat menderita.
Padahal, pada saat-saat seperti itu Tuhan seringkali melakukan karya
terbesarNya di dalam hidup kita dengan membentuk dan meluruskan kita kembali
kepada tujuan-tujuan ilahiNya.

Yesus dengan
indah menjelaskan prinsip kehancuran ini di Yohanes 12:24-25 dengan cara membandingkan hidup kita dengan biji gandum. Jika kita hanya
menggenggam biji gandum itu di tangan kita, tidak ada apa-apa yang akan
terjadi. Jika kita menyimpannya baik-baik di dalam pot atau laci lemari, biji
itu juga akan tetap tersimpan rapi di tempat itu. Dalam kenyamanannya, biji itu
juga akan tetap tersimpan rapi di tempat itu. Dalam kenyamanannya, biji itu
pada dasarnya tidak ada gunanya.

Namun, jika biji
itu ditanam di tanah yang sudah digemburkan, sesuatu yang menakjubkan akan
terjadi. Tidak beberapa lama, tunas kecil akan muncul dan mulai tumbuh menjadi
sesuatu yang berbeda, berguna dan indah. Lagipula tangkai baru itu akan
menghasilkan lebih banyak biji gandum yang dapat ditaman lagi dan
tangkai-tangkai yang dihasilkan lagi juga akan melakukan hal yang sama. Itulah
siklus kehidupan yang mengherankan; sebiji gandum dapat menjadi tangkai gandum
yang tak terhitung banyaknya. Tetapi semua itu harus dimulai dari kehancuran
sebiji gandum.

Yesus tidak hanya
mengucapkan perumpamaan ini: Dia juga menjalaninya. Dengan mengorbankan diriNya,
Dia sudah dihancurkan dan diletakan di dalam tanah. Dari kehancuran itu,
munculah kehidupan baru bagi kita semua. Dari satu "biji gandum" itu, orang-orang percaya baru yang tak terhitung
banyaknya, masing-masing dengan satu kehidupan baru lagi, terus bermunculan.

Apakah anda
sedang merasakan kehancuran hari ini? Jika ya, ingatlah prinsip kehancuran biji
gandum. Allah tidak pernah meninggalkan
anda: Dia mungkin justru sedang membawa anda ke dalam pertum
buhan baru yangradikal.

Komposisi Kam Konsentrasi

Bacaan hari ini: Mazmur 137
Ayat mas hari ini: Mazmur 137:4
Bacaan Alkitab Setahun: Zakharia
11-14

Olivier Messiaen, seorang komposer Prancis, ikut diseret ke kamp konsentrasi
Nazi pada usia 31 tahun. Di sana Messiaen membujuk seorang penjaga penjara
untuk menyediakan kertas dan tempat untuk mencipta komposisi musik. Pada
Januari 1941, gubahannya yang berjudul Quartet for the End of Time ditampilkan
di depan 4.000 tawanan dan penjaga penjara. Sampai saat ini, komposisi itu
dianggap sebagai adikarya. Kitab Mazmur memuat nyanyian yang digubah dalam
suasana serupa. Seorang warga Israel yang ikut terbuang ke Babel meratap getir. Orang-orang yang menawan
mereka mengolok-olok, mendesak mereka menyanyikan lagu riang. Dengan
mengarahkan matanya ke Yerusalem, lambang penyertaan Tuhan, pemazmur ini
mengalunkan nyanyian yang pedih, tetapi penuh pengharapan. Terciptalah Mazmur
137.

Carolyn Arends, dalam artikel tentang hubungan antara kesenian dan iman,
menulis, "Ketika kita menyaksikan perubahan dari bahan mentah menjadi karya yang
indah, kita diingatkan bahwa suatu realitas baru yang lain dapat
diciptakan—bahwa mungkin keadilan bisa ditegakkan di tengah ketidakadilan,
pemulihan dapat berlangsung di tengah penyakit dan kemiskinan, keharmonisan
dapat ditumbuhkan di tengah kekacauan." Karya seni yang indah menggugah
pengharapan kita akan pemulihan.

Anda sedang berduka? Mengapa tidak mencoba mengungkapkannya menjadi karya seni?
Anda dapat melukis, menulis puisi atau cerita, merangkai bunga, menari, atau
menyanyikan lagu—sekalipun mungkin suara Anda parau dan sumbang. Ubahlah
dukacita menjadi keindahan!

SEBAGAIMANA ALLAH
MENCIPTAKAN DUNIA DARI KEKOSONGAN, KITA DAPAT MENGGUBAH ADIKARYA DARI
KESENGSARAAN

Penulis: Arie Saptaji
|||||| sumber: http://www.renunganharian.net/ ||||||

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

Rabu, 07 Oktober 2009

Kehidupan Itu Seperti Sebuah Perahu


Kehidupan manusia ibarat sebuah kapal, jika di dalam pelayaran hidupnya
terlalu banyak dan terlalu berat dimuat dengan keinginan (nafsu) materi dan
sifat sombong, maka perahu kehidupan ini sangat mudah kandas dan tenggelam
di tengah perjalanan. Jika ingin mencapai tepian kehidupan di seberang
sana dengan lancar, maka wajib untuk segera mengurangi muatan yang berat
itu, dan hanya mengambil batas terendah materi yang dibutuhkan untuk
kelangsungan hidup, dan dengan tegas melepaskan ketamakan serta nafsu
keinginan dalam hati manusia yang berlebihan. Baru-baru ini saya sering
mendengar perkataan beberapa teman melakukan investasi di saham atau
kegiatan MLM (multi level marketing). Uang mereka dalam jumlah besar telah
tertipu oleh pedagang curang. Dari teman-teman yang tertipu ini mereka
semua memiliki kelemahan yang sama, yaitu hati yang sangat tamak. Jika
dipikir dengan seksam a, akan segera dapat diketahui bahwa dalam investasi
dan perdagangan sangat mustahil untuk bisa mendapatkan keuntungan 50 kali
lipat hanya dalam satu kali raup, tapi masih ada saja orang yang dihantui
dengan ketamakan yang dengan mudah mempercayai perusahaan yang mengatakan
bahwa saham perusahaannya dapat naik 50 kali lipat, sehingga akhirnya
tertipu dan uangnya habis. Jelas-jelas mengetahui bahwa pengelolaan dan
aturan pembagian hasil dari perusahaan MLM tidak transparan, tapi ketika
kelihatan satu lembar cek tunai bernominal satu juta dollar, masih saja
beranggapan bahwa asalkan serius menjalankan MLM bisa segera menjadi
jutawan, cek tersebut juga sudah tidak perlu diperiksa lagi keasliannya dan
dengan mudah percaya pada janji orang lain, akhirnya uang dalam jumlah
besar pun habis tak bersisa hanya untuk membeli barang-barang tak
berkualitas yang menumpuk bagaikan gunung. Penduduk asli di Afrika
mempunyai cara yang unik untuk menangkap simpanse : Di dalam sebuah kotak
kayu kecil diletakkan buah-buahan yang berkulit keras yang disukai oleh
simpanse, pada salah satu sisi kotak tersebut dibuat sebuah lubang yang
besarnya persis sebesar tangan simpanse agar dapat masuk untuk mengambil
buah-buahan di dalamnya, begitu simpanse menjulurkan tangan ke dalam dan
meraih buah-buahan yang ada di dalam, maka tangannya tidak akan dapat
ditarik keluar lagi dari lubang itu, cara ini sering digunakan oleh
penduduk untuk menangkap simpanse. Sebab simpanse ada satu kebiasaan,
yaitu tidak mudah melepaskan benda apa pun yang telah digenggam dalam
tangannya. Orang-orang selalu menertawakan kebodohan simpanse : mengapa
tidak melepaskan buah dalam genggamannya itu lalu melarikan diri?
Sesungguhnya jika kita renungkan kembali hal yang terjadi pada diri kita,
kita juga akan mendapati bahwa tidak hanya simpanse yang bisa berbuat
kesalahan seperti itu. Di kampung halaman saya, semasa kecil dulu, pernah
terjadi bencana kebakaran, waktu itu ada satu keluarga yang miskin yang
berhasil selamat dari kobaran api karena tidak memiliki harta apa pun,
sehingga lolos dari mara bahaya itu. Sebaliknya tetangga mereka yang kaya
raya, menerjang masuk kembali ke dalam kobaran api dan berusaha untuk
menyelamatkan perabotnya yang mahal dan mencari uangnya, akhirnya tertelan
kobaran api dan tidak pernah keluar lagi. Kehidupan bagaikan perahu.
Semakin sedikit memiliki kekayaan benda materi, semakin ringan pula beban
dalam kehidupan ini, maka dari itu melepaskan ketamakan hati manusia akan
meringankan muatan dan bisa bergerak maju ke depan, maka manusia akan hidup
wajar dan lepas bebas. Kekayaan materi hidup tidak bisa dibawa serta, mati
pun tidak bisa dibawa pergi, tahu akan batasan dan mengekang keinginan
materi dan sifat sombong, maka pasti akan membuat perjalanan hidup ini
menjadi lancar, dengan lega dan mudah mencapai ke tepian di seberang sana
yang terang benderang. Sumber : www.erabaru.or.id

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com