Jumat, 28 Februari 2014

"PENTINGNYA BERUBAH"

 Ada seorang anak kecil yang di dalam pergaulannya dengan teman-teman lain agaknya tidak disukai karena ternyata dia kurang menjaga kebersihan tubuhnya, badannya kotor, selalu berkeringat dan bau.

Sebenarnya ini adalah masalah biasa, umum terjadi dan tidak membutuhkan satu penyelesaian yang rumit. Jika anak tadi mau lebih perhatian menjaga kebersihan tubuhnya, mandi dengan benar, gosok gigi dengan teratur, dsb, maka tentu saja dia tidak akan mengalami lagi penolakan dari teman-teman sepergaulannya.

 

Tetapi ternyata banyak orang yang berpikir sebaliknya, mereka berpikir dia yang benar, wajar saja kalau kotor-kotor sedikit, memang teman-temannya adalah orang yang cerewet-cerewet, sok bersih, dll.

Sehingga akhirnya dia tetap tidak mau berubah menjadi lebih bersih dan jika didalam kehidupannya dia membutuhkan teman maka nantinya dia akan mencari teman yang sama-sama kotor atau lebih kotor dari dia. 

Itulah gambaran lengkap dari ulah manusia. Selalu ada positif dan negatif, plus dan minus. Perbedaan dari kedua perilaku diatas terletak pada

kemauan untuk berubah.

Jika mengacu pada hukum sebab akibat, sebenarnya diterima atau tidaknya didalam pergaulan hanyalah sebuah

akibat dari satu

sebab yaitu badan yang kotor. Sehingga kalau kita berorientasi pada hasil (akibat) agar dapat diterima kembali didalam pergaulan maka caranya tinggal

merubah sebab-nya yaitu mengganti kotor dengan kebersihan.

 

Didalam semua aspek kehidupan kita, semua

sebab utama adalah

diri kita sendiri, cara berpikir kita, sikap kita, perilaku kita dan semua kebiasaan kita. Sehingga apabila kita ingin merubah semua

akibat dari perbuatan kita, hasil kerja kita, kemampuan kita, prestasi kita dan masa depan kita, jalan satu-satunya adalah memiliki kemauan untuk mengubah diri sendiri, kemauan untuk selalu belajar, kemauan untuk mengembangkan cara berpikir kita, kemauan untuk memperbaiki sikap, kemauan untuk meningkatkan perilaku positif.

Pendek kata kemauan untuk berubah.

 

Kesalahan terbesar manusia bagi kemajuan pribadinya terletak pada ketidakmauan manusia tadi untuk berubah.Mereka keras kepala, merasa paling benar, malas belajar dan masalah-masalah lain yang terkait dengan apa yang disebut zona kenyamanan.

Zona kenyamanan (Comfort Zone) seseorang terbentuk karena akumulasi dari pola pikir, sikap dan perilaku yang bertumpuk membentuk satu kebiasaan.

Apabila sudah terbentuk satu kebiasaan maka untuk keluar dari kebiasaan tadi akan sangat sulit, orang merasa tidak nyaman untuk menjalankan perilaku diluar kebiasaan tadi.

Jika seseorang sudah terbiasa "tidak mandi" maka walaupun tidak diterima didalam pergaulannya pun, dia masih rela mempertahankan zona kenyamanan-nya untuk lebih baik mencari teman yang sama-sama kotor dan bau.

 

Keluar dari Zona kenyamanan adalah perkara besar didalam hidup seseorang.

Kebiasaan seseorang bisa kebiasaan baik, bisa juga kebiasaan buruk.

Itulah mengapa seseorang yang mempunyai kebiasaan baik hidupnya

selalu beruntung, bahagia dan sukses dan orang yang mempunyai kebiasaan buruk hidupnya

selalu bernasib sial, tidak bahagia dan gagal.

 

Sukses dan gagal merupakan tradisi.

Dan tradisi tersebut hanya merupakan akibat yang diwariskan dari satu kebiasaan, maka beruntunglah orang-orang yang mempunyai kebiasaan baik sehingga hidupnya mempunyai tradisi sukses.Dan bagi orang-orang yang mempunyai tradisi gagal, tengoklah kembali kebiasaan-kebiasaan pribadi anda, cara berpikir, sikap dan perilaku anda. Segeralah keluar dari zona kenyamanan anda, jangan keras kepala,

berubahlah !

 

Hidup ini adalah proses belajar. Selalu belajar, berubah dan beradaptasi dengan orientasi pada hasil adalah kunci keberhasilan.

Didalam dunia yang sangat cepat mengalami perubahaan, faktor

kemauan berubah sangat memegang peranan penting bagi masa depan kita.

Bahkan di dalam manajemen perubahan dikenal bahwa

cara yang membawa keberhasilan kita hari ini akan menjadi cara kuno yang basi pada tahun atau bulan depan.

 Berubahlah terus menuju keberhasilan!

EVERYONE IS NUMBER ONE 
http://nomor1.tv/askopgi255 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar